Dalam sambutannya, Akhmad Taufik Hidayat menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan wujud apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh elemen yang terlibat. “Capaian ini tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak dalam menekan angka stunting,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor yang telah terbangun dengan baik di Kecamatan Sumbersuko. Menurutnya, sinergi antara PLKB, Puskesmas, PKK, kader Posyandu, pemerintah desa, serta dukungan dari berbagai dinas terkait menjadi faktor kunci dalam keberhasilan tersebut.
Sementara itu, Ketua TP3S Kecamatan Sumbersuko, Luluk Azizah, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja ke depan. “Kami menjadikan capaian ini sebagai pemicu semangat untuk memastikan seluruh desa di Kecamatan Sumbersuko dapat mencapai status bebas stunting secara menyeluruh pada tahun 2026,” ungkapnya.
Ke depan, upaya percepatan penurunan stunting akan terus diperkuat melalui peningkatan koordinasi lintas sektor serta penguatan peran seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa hingga kabupaten.
Dengan kerja sama yang solid dan berkelanjutan, diharapkan program penurunan stunting tidak hanya berdampak pada penurunan angka prevalensi, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh di Kecamatan Sumbersuko.