
Senin, 8 Desember 2025 bertempat di Wisata Alam Tumpak Selo Desa Petahunan Kecamatan Sumbersuko TP. PKK Kabupaten Lumajang kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui penyelenggaraan kegiatan "Peningkatan Kapasitas Kader Pendampingan Ibu Hamil Risiko Tinggi (Bumil Risti)" . Kegiatan ini dihadiri para kader kesehatan, kader PKK desa, serta perangkat terkait yang memiliki peran penting dalam pendampingan kesehatan ibu dan anak di wilayah Kabupaten Lumajang.
Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang dalam arahannya menyampaikan bahwa isu kesehatan ibu dan anak merupakan prioritas utama yang harus ditangani secara terpadu. Kader diharapkan mampu melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil risiko tinggi, mengenali tanda bahaya, serta memastikan adanya pendampingan yang berkesinambungan sehingga dapat menekan potensi terjadinya kasus AKI maupun AKB. Pemberdayaan kader di tingkat desa menjadi kunci keberhasilan upaya promotif dan preventif yang dilakukan pemerintah daerah.
Selain pemberian materi terkait klasifikasi bumil risti, tata cara pendampingan, pencatatan, dan pelaporan, kegiatan ini juga dikuatkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab untuk menggali berbagai kendala lapangan yang sering dihadapi kader. Harapannya, peningkatan kapasitas ini dapat meningkatkan kompetensi kader dalam memberikan edukasi, pemantauan, serta rujukan cepat bila ditemukan kondisi gawat darurat pada ibu hamil.
Pada kesempatan yang sama, TP PKK Kabupaten Lumajang juga menyerahkan bantuan bibit tanaman kepada Ketua TP PKK Desa Petahunan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan lahan pekarangan untuk mendukung ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TP PKK Kabupaten, TP PKK Kecamatan, dan TP PKK Desa dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, sekaligus memperkuat program pemberdayaan keluarga di Kabupaten Lumajang. Dengan kolaborasi yang berkesinambungan, diharapkan upaya penurunan AKI dan AKB dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.